Kisah Inspiratif - Momen Kehidupan

0 comments
Kisah Inspiratif, Dongeng Inspiratif


Gemma, seorang ibu rumah tangga, mendapati keempat anak gadisnya sedang menggosipi kawan mereka. Didengarnya bagaimana mereka membahas penampilan kawannya yang begini dan begitu. Karenanya terbersit di benaknya untuk mengajarkan mereka untuk tidak mengambil kesimpulan hanya dari pandangan sekilas saja.

Disuruhnya keempat anak gadisnya untuk mengamati Mister Fred, tetangga depan rumah, dan meminta mereka untuk memberikan kesan yang mereka dapat dari hasil pengamatan mereka.

Keempat anak gadis itu mengamati di waktu yang berbeda sesuai perintah Ibu Gemma.

Mister Fred diawasi di pagi hari oleh putri sulung kala mentari baru saja menyemburatkan sinarnya. Dilaporkannya ke sang ibu bagaimana ia melihat Mister Fred dengan penampilan yang masih acak-acakan dengan mengenakan piyamanya ketika Mister Fred berjalan keluar rumah mengambil koran.

Putri kedua mengamati Mister Fred tatkala ia hendak berangkat kerja. Dan dilaporkannya pula kepada Ibu Gemma tentang penampilan sang tetangga yang sangat rapi dan terlihat berwibawa, tentunya jauh berbeda dengan penampilannya kala keluar mengambil koran tadi.

Selepas Mister Fred pulang kerja, kali ini giliran putri ketiga yang mengamati penampilannya. Walau masih mengenakan pakaian yang sama saat ia berangkat kerja tadi, namun kini raut wajah Mister Fred tak secerah saat ia berangkat tadi. Kini di wajahnya nampak nuansa kelelahan akibat aktivitasnya seharian, pakaiannya pun tak serapi sebelumnya.

Namun saat petang menjelang malam tiba, ketika Mister Fred dan sang istri hendak naik ke mobil dan pergi makan malam bersama di luar, si bungsu melihat penampilan Mister Fred yang sangat menawan dan tampak gentleman. Menurut si bungsu, ketika mendengar laporan saudara-saudaranya, penampilan Mister Fred kali inilah yang paling benar adanya untuk menggambarkan tentang sang tetangga.

Dan Ibu Gemma pun tak menyalahkan pendapat putri bungsunya tersebut, namun juga tidak sepenuhnya membenarkannya. Disampaikannya kepada mereka bahwa setiap versi yang mereka lihat dari Mister Fred hari ini adalah benar. Tak ada yang salah.

“Kalian tak boleh menilai sesuatu hanya dengan sekilas pandang saja,” ujar Ibu Gemma. “Hanya dalam jangka waktu beberapa jam saja kalian bisa melihat bagaimana dari penampilannya yang acak-acakan di pagi hari ternyata mendekati penghujung hari Mister Fred justru berpenampilan yang menawan.”

***

Kisah di atas hanyalah sebuah ilustrasi tentang bagaimana jangan sampai kita menilai atau mengambil kesimpulan akan suatu hal hanya dari pandangan sekilas saja.

Ibaratnya jangan hanya karena sekarang lagi musim dingin, melihat dimana-mana beku dan segala sesuatunya menyulitkan, sampai kita memutuskan menyerah dan justru melupakan bahwa kelak akan datang musim panas yang hangat, musim semi yang penuh kehidupan. Jangan biarkan satu momen yang sulit menghancurkan kebahagiaan yang bisa saja datang di kemudian waktu.

"Janganlah menilai suatu kehidupan dari satu momen yang sulit saja. Karena jangan sampai hanya karena satu momen tersebut, sampai merusak ending yang bahagia."

Selengkapnya »

Fabel Inspiratif - Aku Ingin Warnaku Sendiri!

3 comments
Kisah Fabel Inspiratif

Di Negeri Tanangkai hidup berbagai macam hewan dengan berbagai macam warnanya pula. Ada Galung, si gajah, dengan rumpun keluarganya yang berwarna abu-abu. Ada Ruki, si rusa, dengan tanduk indah dan tubuh atletisnya yang berwarna coklat. Ada Meri, si burung merpati, yang putih cemerlang. Pokoknya semua binatang memiliki warna khasnya sendiri --- Kecuali Alon, si bunglon...

Kemanapun Alon pergi, warna kulitnya pun akan ikut berubah menyesuaikan dengan tempatnya berada. Ia akan berwarna jingga saat bertengger di buah jeruk yang matang. Saat tengah bermain-main di rerumpunan bunga lavender, ia akan ikut berwarna ungu. Bahkan saat naik menunggang di pundak Zamba, si kuda zebra, kulitnya pun berubah menjadi warna belang-belang hitam dan putih.

Suatu hari karena merasa sedih, cemburu dan sangat ingin memiliki warna khasnya sendiri, Alon pun memutuskan untuk terus nangkring di atas sehelai daun. “Di atas daun yang hijau warna-ku pun akan menjadi hijau dan dengan begitu aku akan memiliki warnaku sendiri,” pikirnya riang. Dan benar saja, Leon pun melompat dan bertengger di atas sehelai daun untuk sekian lama.

Namun bulan berganti dan musim gugur pun datang. Daun yang tadinya paling hijau di antara dedaunan lainnya, kini telah berubah warna menjadi kuning. Tak pelak kulit Alon pun berubah menjadi warna kuning. Tak lama berselang daun tadi kembali berubah warna menjadi warna merah dan Alon yang masih setia nangkring di atasnya juga ikut berubah.

Musim kembali berganti dan angin musim dingin yang berhembus kuat menghempaskan daun tempat Alon bertengger dari dahannya, Alon pun ikut terbawa bersamanya. Dan di malam-malam musim dingin yang kelam mencekam, kulit Alon berubah menjadi hitam mengikuti warna daun yang kini telah gugur dan menyatu dengan tanah di dalam gelapnya malam.

Saat musim semi akhirnya datang, Alon melangkah di rerumpunan rumput yang hijau. Di sana Alon bertemu dengan seekor bunglon lainnya. Alon pun berbagi cerita dengannya. Dikisahkannyalah impiannya untuk memiliki warna khasnya sendiri dan juga perjalanan sedihnya melewati musim-musim kemarin.

“Apa kita tak akan pernah bisa memiliki warna khas kita sendiri?” tanya Alon lesu pada teman bunglonnya.

Teman bunglon Alon yang lebih tua dan tentunya lebih memiliki banyak pengalaman menjawab dengan bijak, “Sepertinya tidak.” “Tapi mengapa mencari warna khas kita sendiri padahal kita sendiri telah memiliki sesuatu yang khas dengan kulit kita yang bisa berubah-ubah warna?” lanjutnya lagi. “Dan kemarilah. Mari kita berjalan-jalan bersama. Mungkin warna kita memang akan terus berubah-ubah menyesuaikan tempat yang kita datangi, tapi kita akan selalu bersama-sama. Kita akan berbeda bersama.”

Dan kedua bunglon tadi pun terus beriringan bersama. Mereka hijau bersama. Mereka kuning bersama. Mereka merah bersama.

×××

Pesan Moral: Terkadang karena rasa cemburu terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain, kita sampai buta terhadap kelebihan kita sendiri yang mungkin memang berbeda dari yang lain. Dan tahu tidak sahabat blog Kisah Motivasi? Sebenarnya tak ada masalah jika kita berbeda dari yang lain, itu juga adalah suatu keindahan. Dan yang paling penting adalah jangan sampai kita menutup diri dari lingkungan, sebab keberadaan teman bisa membantu kita melewati titik-titik sulit dalam kehidupan.

"Berbeda itu takdir, tapi dapat melihat keindahan di dalamnya itu adalah pilihan."


Selengkapnya »

Renungan Inspiratif - Masa Lalu, Kini dan Masa Depan

1 comments
Kata Kata Hikmah Inspiratif

Masa lalu adalah sejarah, jadi lepaskanlah.
Masa depan adalah misteri, jadi biarkanlah ia datang.
Masa kini adalah anugerah, hadirlah di masa kini dan lepaskan segala ketakutan masa lalu serta kekhawatiran masa depan.
Bebaskanlah diri dari kematian-kematian masa lalu dan spekulasi-spekulasi masa depan.

Hadirlah di masa kini.

Bicara itu gampang! - mungkin demikian balasan kita.

Tapi sesungguhnya tak ada yang bisa menghentikan kita kecuali diri kita sendiri.



Selengkapnya »

Dongeng Inspiratif - Keik Madu dan Lebah

0 comments
Dongeng Inspiratif

Leah baru saja menyelesaikan keik madu yang khusus dibuatnya untuk pesta ulang tahun adiknya. Dengan maksud untuk mendinginkannya, keik tersebut pun diletakkan di meja dapur. Tapi rupa-rupanya ada seekor lebah yang terbang mengitari keik tersebut dan akhirnya hinggap untuk menikmati keik madu yang manis.

Leah yang melihatnya menjadi kesal dan bergegas mengusir lebah tadi. Tapi dasar si lebah satu ini memang nakal atau mungkin dia sedang lapar? Si lebah kembali terbang menghinggapi keik madu, dan dengan tidak sabar Leah kembali mencoba mengusir si lebah dengan menepis pelan di sisi keik madu tempat si lebah bertengger, tapi disangka Leah justru menepis dengan keras dan akhirnya justru merusak bentuk keik madu yang tadinya indah itu. Dengan mendesah pelan, Leah menyingkirkan keik madu tadi dan bermaksud untuk membuat keik yang baru.

Setelah beberapa lama keik madu yang baru pun telah jadi, kembali dengan niat untuk mendinginkannya, Leah menaruh keik madu di meja yang tadi. Dan si lebah kecil yang nakal tadi lagi-lagi datang menghinggapi, Leah pun melihatnya. Tapi kali ini dengan bijak Leah memasang tudung saji untuk menutupi keik madu dari gangguan si lebah nakal.

×××

"Menyadari keberadaan musuh atau sesuatu yang tidak Anda sukai, dan bahkan mengambil satu tindakan ekstrim tanpa pikir panjang untuk menyingkirkannya, justru bisa-bisa berakhir merugikan Anda."



Selengkapnya »

Dongeng Motivasi - Duri Mawar

0 comments
Dongeng Mawar Berduri


Suatu hari seorang gadis remaja pulang dalam keadaan menangis.

Dan si Nenek-lah yang pertama kali mendapati sang cucu menangis tersedu-sedu di halaman rumah mereka.

“Kenapa kamu menangis, cucuku?” tanya si Nenek lembut pada sang cucu.

Diceritakanlah olehnya kepada si Nenek bagaimana dia menjadi bahan olok-olokan teman-temannya. Katanya dia tidak cantik-lah, dia bodoh-lah, dan olok-olokan lainnya.

“Seperti duri mawar,” celetuk si Nenek tiba-tiba dan gadis tadi hanya memandangnya bingung. Si Nenek tersenyum lalu berkata pada sang cucu, “Semua yang ada di alam ini tercipta dengan memiliki tujuan dan gunanya masing-masing. Bukan begitu?”

Gadis tadi mengangguk kecil.

“Lalu duri pada mawar itu apa gunanya?” lanjutnya bertanya. “Hewan-hewan hama ataupun burung tidak merasa takut dengan duri mawar tersebut. Dan duri-duri itu pun juga justru tidak membuat kumbang-kumbang tertarik untuk menyerbuki mawar.”

Gadis tadi hanya terdiam tak tahu harus menjawab apa terhadap kata-kata si Nenek.

Si Nenek pun menceritakan dongeng singkat padanya.

“Tahukah kamu...? Dahulu kala saat mawar pertama kalinya datang ke dunia, ia membuat bunga-bunga lain pada cemburu karena kecantikannya yang tiada tara.” “Saking besarnya rasa cemburu mereka, bunga-bunga tersebut pun sepakat untuk mengerubungi mawar dan menutupinya hingga tak ada mata yang dapat menangkap secuil pun sosok mawar. Sekian waktu hal tersebut berlangsung hingga suatu hari mawar mengeluarkan sesuatu serupa kail yang melekat di tubuhnya agar ia bisa merambat memanjati bunga-bunga yang mengerubunginya tersebut. Sesuatu serupa kail yang disebut duri itulah yang membuat mawar berhasil melepaskan diri dari kerubungan bunga-bunga yang ingin menutupi keindahan dirinya.”

Si Nenek memandangi sang cucu yang asyik mendengarkan ceritanya.

Dengan tersenyum si Nenek melanjutkan, “Keindahan ada di mana-mana di dunia ini, cucuku. Bahkan di tiap-tiap manusia, keindahan dan kecantikan selalu ada. Dan karenanya pula dalam hidup, akan ada saja bunga-bunga lain yang ingin mengerubungi untuk membenamkan kecantikan kita. Dan jika kamu tak ingin terbenam teredupkan oleh bunga-bunga lain, maka carilah durimu, carilah durimu yang bisa membantumu memanjat melepaskan diri dari kerubungan bunga-bunga yang mengerubungimu.”


Hak Cipta © Dongeng Motivasi - Duri Mawar milik Termotivasi.com

Selengkapnya »

Renungan Inspiratif - Memandang Dari Segala Perspektif

0 comments
Kisah Inspiratif


Melihat segala sesuatunya itu, sebaiknya Anda lakukan dengan melihat dari segala aspek.

Selagi berada di sebuah resto, ada seseorang yang berpapasan dengan Anda dan menyambar Anda, tas Anda terjatuh. Setelah memeriksa isi tas, tau-taunya dompet Anda sudah hilang.
Karena satu-satunya orang yang bersentuhan dengan Anda hanyalah orang tersebut, tentunya otomatis Anda akan menuduhnya.
Mungkin Anda akan berteriak menyebut dia pencopet, atau mungkin Anda melakukan tindak kekerasan dengan memukulinya?

Namun bagaimana ketika penelusuran dilakukan dan ternyata bukan orang tersebutlah yang melakukannya, bahkan pelakunya adalah seseorang yang justru tak pernah Anda lihat sebelumnya karena Anda tidak menyadari tindakan pencopetan yang sebenarnya telah terjadi sebelum Anda masuk di resto tersebut... Apakah Anda akan merasa menyesal telah berbuat yang tidak adil pada orang tadi, ataukah Anda akan berpikir biasa saja dan menganggap memang dia sedang apes saja, berada di tempat yang salah pada waktu yang salah?

Pembaca blog Kisah Motivasi sekalian, ketika dimana saat menyeberang jalan saja Anda diajarkan oleh orang tua untuk menengok kanan dan kiri terlebih dahulu, lalu apakah mungkin saat menjalani hidup, saat bersosialisasi dengan sesama manusia, Anda hanya melihat dari satu sudut pandang saja?

Sedangkan dengan hati dan pikiran Anda saja terkadang Anda masih bisa terkecoh sendiri, apalagi terhadap hal-hal lain dalam kehidupan, terhadap manusia-manusia lainnya.



Selengkapnya »